Sabtu, 06 Desember 2014

Evaluasi Pembelajaran di PAUD atau di TK



EVALUASI PEMBELAJARAN AUD

MAKALAH




KELOMPOK 5
1. Rahmi Syah Putri              (1200794)       6. Fitri                         (1200825)
2. Ochi Purwanti                   (1200823)        7. Sri   Murni             (1200792)
3. Gita Asmara wulandari    (1200796)        8. Atin Suharti           (1200      )
4. Ridha Fadilah Putri          (1200830)        9. Yana novita           (1200799)



PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014




KATA PENGANTAR


Syukur Alhamdulillah, penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan izinnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “ EVALUASI PENDIDIKAN DI ANAK USIA DINI”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah “Evaluasi Pendidikan di Anak Usia Dini”. Melalui penulisan makalah ini, penulis harapkan akan menambah wawasan pembaca tentang evaluasi pada anak usia dini.
Selesainya makalah ini tidak terlepas dari dorongan moril dan materil dari berbagai pihak, maka sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah banyak memberikan bimbingan pengetahuan dan ilmu kepada penulis. Semoga bimbingan, dorongan, bantuan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan ilmu, dan pengalaman yang penulis miliki, untuk itu saran dan kritikan yang bersifat perbaikan sangat penulis harapkan.


                                                                                    Padang, 27 Agustus 2014

                                                                                            Tim Penulis






DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
1.      Pengertian dan fungsi evaluasi
2.      Prinsip-prinsip evaluasi di TK
3.      Karakteristik evaluasi di TK
4.      Manfaat evaluasi di TK
5.      Penggunaan evaluasi di TK

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
 

BAB I
PENDAHULUAN
         

A.    Latar Belakang
Anak usia dini adalah anak yang berusia dalam rentang umur 0-6 tahun. Dalam rentang usia itu, mereka disebut juga berada dalam masa emas. Potensi otaknya sangat berkembang pesat. Untuk itu orang tua harus mengembangkan potensi anak itu salah satu caranya dengan memasukkan anak ke sekolah TK.
Di TK, guru akan merangsang otak anak dengan mengajarkan metode bermain sambil belajar dan belaar seraya bermain. Dikatakan demikian karna pada usia itu karakteritik ank itu adalah senang bermain, jadi merangsang otak anak itu melalui bermain.
Guru harus terus mengawasi perkembangan anak yaitu dengan cara menegevaluasi anak tersebut. evaluasi pada anak TK berbeda dengan evaluasi pada anak atau siswa di SD,SMP, maupun SMA. Untuk itu seorang guru TK perlu memahami tentang evaluasi di TK. Dan agar guru memahami tentang evaluasi di TK jadi penulis membuat makalah ini agar guru memahami prinsip-prinsip, karakteristik, manfaat, dan penggunaan evaluasi di TK.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini antara lain :
1.      Apa pengertian dan fungsi evaluasi?
2.       Bagaimana prinsip-prinsip evaluasi di TK?
3.      Apa karakteristik evaluasi di TK?
4.      Apa saja manfaat evaluasi di TK?
5.      Bagaimana penggunaan evaluasi di TK?

C.     Batasan Masalah
1.      pengertian dan fungsi evaluasi
2.      prinsip-prinsip evaluasi di TK
3.      karakteristik evaluasi di TK
4.      manfaat evaluasi di TK
5.      penggunaan evaluasi di TK

BAB II
PEMBAHASAN


1.      Pengertian dan fungsi evaluasi
 Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, daalam bahasa Arab al takdir, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa Arab al qimah, dalam bahasa indonesia berarti nilai.
Menurut Guba dan Lincoln dalam Sanjaya, Wina (2005: 181) mendefinisikan evaluasi merupakan suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan. Ralph Tyler dalam Tayibnas, Farida Yusuf (2008: 30 evaluasi adalah proses yang menentukan sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai. Maclcolm, Provos evaluasi adalah sebagai perbedaaan apa yang ada dengan suatu standar untuk mengetahui apakah ada selisih.
Istilah evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu “evaluation” istilah ini diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah “penilaian”. Penilaian merupakan suatu pekerjaan yang selalu dilakukan oleh manusia di dalam kehidupannya.
Suharsumi Arikunto mengatakan evaluasi meliputi dua bagian yaitu mengukur dan menilai. Mengukur adalah membanding suatu dengan suatu ukuran, pengukuran bersifat kuantitatif, dan penilaian yaitu mengambil keputusan terhadap suatu dengan suatu ukuran baik buruk, kualitatif.
Gilbert Sax dalam Arifin, Zainal (2011: 5) bahwa evaluation is a process through which a value judgement or decision is made from a variety of obsersation and from the backround and training of the evaluator. Bloom dalam Daryanto (2008: 1) mengatakan “evaluation as we see it, is the systematic collection of evidence to determine whether in fact certain changes are taking place in the learness as well as to determine the amount or degree of change in individual student”. Artinya evaluasi, sebagaimana kita lihat adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa.
Adapun evaluasi berfungsi sebagai berikut:
1.      Evaluasi berfungsi sebagai selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya, tujuannya yaitu untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu, untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya, untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa, untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya.
2.      Evaluasi berfungsi sebagai diagnostik
Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa.
3.      Evaluasi berfungsi sebagai penempatan
Sitem baru yang kini banyak dipopulerkan di negara barat, adlah belajar sendiri. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbadaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompo. Untuk dapat menentukan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu evaluasi.
4.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan
Fungsi evaluasi disina adalah untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.
Adapun fungsi lain dari evaluasi adalah :
a.       Perbaikan sistem, peran evaluasi lebih bersifat konstruktif, karena informasi hasil penilaian dijadikan input bagi perbaikan-perbaikan yang diperlukan di dalam sistem pendidikan yang sedang dikembangkan.
b.      Pertanggung jawaban kepada pemerintah dan masyarakat, dalam pertanggung jawaban hasil yang telah dicapainya, pihak pengembang perlu mengemunkakan kekuatan dan kelamahan dari sistem yang sedang dikembangkannya serta usaha lebih lanjut yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan – kelamahan tersebut.
c.       Penetuan tindak lanjut hasil pengembangan, tindak lanjut hasil pengembangan sistem pendidikan dapat berbentuk jawaban atas dua kemungkinan pertanyaan : (1) apakah sistem baru tersebut akan atau tidak akan disebarluaskan? (2) dalam kondisi yang bagaimana dan cara yang bagaimana pula sistem baru tersebut akan disebarluaskan?

2.      Prinsip-prinsip evaluasi di TK
a.       Berpusat pada anak
Penilaian yang dilakukan hendaknya berpusat pada semua aktivitas yang dilakukan oleh anak.
b.      Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan proses pembelajaran anak didik sebagai hasil kegiatan pembelajaran.
c.       Menyeluruh/keterpaduan
Perubahan prilaku yang ditetapkan dalam tujuan pembelajaran perlu dicapai secara menyeluruh yang menyangkut pengetahuan, sikap, prilaku, nilai, dan keterampilan.
d.      Lebih mementingkan proses daripada hasil
Penilaian pada anak sebaiknya lebih mementingkan pada pengamatan yang dilakukan selama proses yang berlangsung dan bukan pada hasil akhirnya saja.
e.       Berorientasi pada tujuan
Penilaian di TK berorientasi pada kompetensi yang diharapkan, proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
f.       Objektif dan alamiah
Dalam melakukan penilaian diusahakan seobjektif mungkin, yaitu penilaian hanya memperhatikan objeknya.
g.      Mendidik
Hasil penilaian harus dapat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada semua anak dalam meningkatkan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak.
h.      Konsisten dan jujur
Penilaian yang dilakukan oleh lebih dari dua orang penilai akan lebih dapat dipertanggungjawabkan ketika membuat rekomendasi atau menentukan tindak lanjut.
i.        Kebermaknaan
Hasil penilaian harus bermakna bagi guru, orang tua, anak didik, dan pihak-pihak lain yang membutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
j.        Kesesuaian
Penilaian harus memperhatikan adanya kesesuaian antara apa yang diajarkan di TK dengan laporan yang dibuat.



3.      Karakteristik evaluasi di TK
Secara sederhana, Zainal Arifin (2011 : 69) mengemukakan karakteristik instrumen evaluasi yang baik adalah “valid, reliabel, relevan, representatif, praktis, deskriminatif, spesifik dan proporsional”.
1.      Kevalidan
Valid artinya suatu alat ukur dapat dikatakan valid jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Validitas suatu alat ukur dapat ditinjau dari berbagai segi, antara lain validitas ramalan (predictive validity), validitas bandingan (concurent validity), dan validitas isi (content validity), validitas konstruk (construct validity), dan lain-lain.
2.      Realible
Reliabel artinya suatu alat ukur dapat dikatakan reliabel atau handal jika ia mempunyai hasil yang taat asas (consistent). Misalnya, suatu alat ukur diberikan kepada sekelompok peserta didik saat ini, kemudian diberikan lagi kepada sekelompok peserta didik yang sama pada saat yang akan datang, dan ternyata hasilnya sama atau mendekati sama, maka dapat dikatakan alat ukur tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi.
3.      Relevan
Relevan artinya alat ukur yang digunakan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah ditetapkan. Alat ukur juga harus sesuai dengan domain hasil belajar, seperti domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Jangan sampai ingin mengukur domain kognitif menggunakan alat ukur non-tes. Hal ini tentu tidak relevan.
4.      Representatif
Representatif artinya materi alat ukur harus betul-betul mewakili dari seluruh materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilakukan bila guru menggunakan silabus sebagai acuan pemilihan materi tes. Guru juga harus memperhatikan proses seleksi materi, mana materi yang bersifat aplikatif dan mana yang tidak, mana yang penting dan mana yang tidak.
5.      Praktis
Praktis artinya mudah digunakan. Jika alat ukur itu sudah memenuhi syarat tetapi sukar digunakan, berarti tidak praktis. Kepraktisan ini bukan hanya dilihat dari pembuat alat ukur (guru), tetapi juga bagi orang lain yang ingin menggunakan alat ukur tersebut.
6.      Deskriminatif
Deskriminatif artinya adalah alat ukur itu harus disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menunjukkan perbedaan-perbedaan yang sekecil apapun. Semakin baik suatu alat ukur, maka semakin mampu alat ukur tersebut menunjukkan perbedaan secara teliti. Untuk mengetahui apakah suatu alat ukur cukup deskriminatif atau tidak, biasanya didasarkan atas uji daya pembeda alat ukur tersebut.
7.      Spesifik
Spesifik artinya suatu alat ukur disusun dan digunakan khusus untuk objek yang diukur. Jika alat ukur tersebut menggunakan tes, maka jawaban tes jangan menimbulkan ambivalensi atau spekulasi.
8.      Proporsional
Proporsional artinya suatu alat ukur harus memiliki tingkat kesulitan yang proporsional antara sulit, sedang dan mudah. Begitu juga ketika menentukan jenis alat ukur, baik tes maupun non-tes.

4.      Manfaat evaluasi di TK
Manfaat evaluasi adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai alat ukur apakah tujuan mata pelajaran telah tercapai atau belum
2.      Sebagai alat ukur apakah proses belajar mengajar telah berjalan sesuai rencana
3.      Melakukan penempatan yang sesuai kepada anak tentang minat dan bakatnya
4.      Sebagai alat diagnostik untuk mengetahui kelemahan anak dan memberikan solusi atau penyelesaian kepada anak yang mengalami kesulitan.

5.      Penggunaan hasil evaluasi di TK
Pada dasarnya penggunaan hasil evaluasi yang diperoleh adalah bergantung pada tujuan yang hendak dicapai dalam mengadakan evaluasi itu sendiri. Atau bergantung pada jenis-jenis tes yang dilakukan. Beberapa contoh penggunaan hasil tes antara lain:
a.       Menentukan naik tidaknya atau lulus tidaknya seorang siswa. Hal ini kita dasarkan pada interpretasi kita terhadap taraf kesiapan siswa tersebut, Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes sumatif. Penentuan ini dilakukan setelah hasil tes tersebut dipadukan dengan hasil tes-tes formatif atau sub sumatif sebelum.
b.      Mengadakan diagnosa atau remedial. Dari hasil tes yang telah kita lakukan kita dapat mengetahui kelemahan-kelemahan siswa, maka langkah berikutnya adalah mencari sebab-sebab kelemahan tersebut, kemudian melakukan remedial (penyembuhan). Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes diagnostik.
c.       Perlu tidaknya suatu pelajaran diulang kembali atau tidak. Hal ini kita dasarkan pada interpretasi terhadap prestasi kelompok. Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes formatif.
d.      Membangkitkan motif siswa. Ketika hasil tes ditunjukkan, biasanya siswa berminat sekali untuk mengetahuinya, guru dapat memanfaatkan minat yang besar tersebut untuk memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar lebih giat. Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes formatif
e.       Memberikan laporan kepada orang tua. Dengan tujuan agar dia memiliki gambaran oyektif tentang perkembangan anaknya, untuk kemudian menyikapinya. Dalam penggunaan ini, tes yang dimaksud adalah tes sumatif. Pemberian laporan ini dilakukan setelah hasil tes tersebut dipadukan dengan hasil tes-tes formatif atau sub sumatif sebelumnya.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation, daalam bahasa Arab al takdir, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa Arab al qimah, dalam bahasa indonesia berarti nilai.
Prinsip-prinsip evaluasi di TK adalah berpusat pada anak, berkesinambungan, menyeluruh, objektif, konsisten dan jujur, serta kebermaknaan. Adapun Manfaat evaluasi adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai alat ukur apakah tujuan mata pelajaran telah tercapai atau belum
2.      Sebagai alat ukur apakah proses belajar mengajar telah berjalan sesuai rencana
3.      Melakukan penempatan yang sesuai kepada anak tentang minat dan bakatnya
4.      Sebagai alat diagnostik untuk mengetahui kelemahan anak dan memberikan solusi atau penyelesaian kepada anak yang mengalami kesulitan.

B.     Saran
Sebaiknya guru memahami tentang evaluasi pada anak usia dini, agar guru mengetahui bagaimana perkembangan anak, dan guru bisa melaporkan bagaimana perkembangan anak pada orang tuanya. Dengan memahami bagaimana evaluasi di TK, maka tujuan pembelajaran akan tercapai dan hasil belajar akan optimal


DAFTAR  PUSTAKA

Aisyah, Siti. 2007. Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Universitas terbuka
Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencanan Prenada Media Group
Arifin, Zainal. 2012. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Tayibnapis, Farida Yusuf. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Daryanto. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta
Arikunto suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara